Thursday, June 24, 2004

apakah hidup ini adalah permainan? takdir? atau ???

Saat aku menulis ini.. kulihat di sekitarku orang2 pada bermain game. Game bukan hanya milik anak kecil saja, melainkan juga komoditi orang dewasa pula. Sejak dulu aku dicekoki bahwa game adalah suatu hal yang buruk [sampai saat ini, dalam kadar tertentu, pandangan tersebut masih melekat kuat dalam diriku]. Namun kalo kita tarik lebih dalam, ada [mungkin malah banyak] sisi positif yang dapat kita peroleh dari suatu game.

Ah... tapi saat ini tujuanku bukan untuk menulis masalah game, seluk beluknya game, pro-kontra nya game, & tetek bengeknya game. Ya.. aku sedang ingin menulis kehidupan. Kehidupan yang sedang aku lakoni, kamu lakoni, dia lakoni, mereka lakoni, musuhku lakoni.

Apakah kehidupan itu? Apakah sungguh berarti kehidupan ini? Apakah kehidupan itu layak untuk diperjuangkan, mengingat di satu sisi banyak ibu yang meregang nyawa dalam menambah lagi sebongkah "nyawa kehidupan" di bumi, namun di sisi lain begitu mudah orang mengakhiri hidup hanya karena masalah sepele.

Hari ini seakan-akan aku digugat tentang apa itu hidup.

Apa yang ada di benak José Sánchez del Río, bocah Mexico berusia 14 tahun, yang lebih memilih untuk menyerahkan hidupnya daripada menyangkal Tuhan??? When a 14-Year-Old Went to His Martyrdom

Apakah hidup ini, sehingga nilai nyawa seorang anak hasil pemerkosaan wajib untuk diperjuangkan??? Hidup untuk memaafkan.

Maaf kalo tulisan hari ini "aneh", membuat dahi kita berkerut, dan mungkin gak ada kaitannya dengan judulnya.

Wednesday, June 23, 2004

hi mimpi, silakan datang menghampiri

Saat ini, banyak hal yg ingin kusharingkan kepada sidang pembaca sekalian :D

Kemarin aku sempat menyinggung tentang "Kebetulan-kebetulan yang sebenarnya bukanlah suatu kebetulan semata". Dan hari ini aku semakin meyakini dan memaknai hal ini.

Sudah lama aku pingin kerja yang gak terikat waktu-jarak-tempat-dsb. Saat dalam perjalanan menuju kantor, di dekat rumahku sedang dilakukan penggalian jalan untuk pemasangan kabel serat optik oleh Indosat. Di benakku, aku langsung menyadari, berarti sebentar lagi koneksi internet dgn media serat optik akan memasuki daerah rumahku. Dalam hati kecilku, aku gembira dengan perkembangan ini. Dan pikiranku langsung terpampang oleh impian yg sering menghampiriku...

Dalam khayalanku ini, aku bermimpi diriku sedang melihat layar dan menekan tuts keypad hanheld device [laptop-PDA-etc] sambil menyeruput kopi panas di tengah suasana sejuk alam pegunungan ato aroma wangi kafe di perkotaan. Dan dalam mimpiku ini, aku udah nggak harus dikejar-kejar oleh jam kantor lagi. Aku bisa ngerjain proyek-proyek kapan saja sekehendak hatiku. Yang penting gak nglewati deadline sesuai perjanjian dengan client dan pastinya uang mengalir ke saku :))

Keinginan seperti itu ... saat ini ... berkat perkembangan teknologi sangat mungkin diwujudkan. Dan aku ingin menjadi salah satu dari bagian dari gelombang ini. Ah semoga mimpi ini menjadi kenyataan.

Berkaitan dengan 'kebetulan' yg kusebutin di awal tulisan ini, hari ini, aku semakin dikuatkan dlm menggapai mimpi ini. Kebetulan temanku minta ditunjukin artikel tentang fenomena 'teleworker' yg pernah dimuat Kompas, tanggal 13 Juni 2004. Lalu secara kebetulan pula aku mendapat kiriman email lagi yg berisi link mengenai teleworker. Bisa dilihat di sini.

Ok sekian dulu.

Tuesday, June 22, 2004

blog pertamaku

Hari ini pertama kalinya aku meramaikan kancah per-'blog'-an di internet. Thx to coolz yg ngajak ikut blog ini.

Ya... agak 'keki' juga menuliskan pandangan pribadi ke dalam media weblog ini. Barangkali ini proses belajarku untuk lebih ekspresif dalam menuangkan pikiran (pray 4 me ok!).

Oya sedikit tentang coolz: "she is one of my office friend". Aku kagum dengan talentanya [menggambar - menulis - graphic design on computer - etc] Kalo mau lebih jauh kenalan sisi terang-gelapnya silakan mampir ke webblog-nya [ http://shirleycoolz.blogspot.com ]. Dia punya keinginan untuk menerbitkan buku yg berisi kumpulan cerita yang pernah dan akan ditulisnya [siapa tahu di antara kalian ada yg kenal dengan penerbit utk membantu menerbitkannya he3x]. Hari ini, aku telah membaca salah satu ceritanya yang bagus banget [mnrtku pendekatannya yg gak lazim utk seusia dia saat menulis cerita itu]. Kalo penasaran silakan baca cerpennya dengan judul "Tidak Tenang". Sebagai tambahan, cerpen ini memenangkan kategori "CERITA TERBAIK II SAYEMBARA CERPEN REMAJA SURABAYA POST 2000 SERTA DIMUAT DI TI AMO-SURABAYA POST SEPT 2000".

Dalam 1-2 minggu ini, aku sedang bergulat dengan apa yang dimaksud dengan 'Quantum Learning'. Awal pergulatan ini muncul sejak instruktur kursus PHP-ku menyarankan kepada kami utk mempelajari ilmu dengan pendekatan 'Quantum Learning'; yaitu: membaca cepat dengan konsentrasi-rileksasi tinggi, mencoba menangkap arah-poin-keyword dr bacaan itu, mempertanyakan-mengaitkan ilmu yg dipelajari ke dalam kehidupan [utk lebih menginternalkan ilmu tsb ke dalam diri], membuat simpulan dr ilmu ini ke dalam mind mapping [pendekatan mind mappingnya Tony Buzan]. Emang dulu aku pernah sedikit tahu ttg 'Quantum Learning' dari buku yg pernah aku baca, tp aku blum menerapkannya [selalu kembali ke habit lama]. Dan sejak instruktur ini menyinggung masalah tersebut, aku selalu bertanya-tanya kembali, terutama dengan hal yg berkaitan dgn membaca cepat. Dlm 2 minggu ini, di pikiranku selalu timbul pertanyaan 'bgm sih caranya membaca cepat?'. Dan tadi secara kebetulan pula, kawanku Rudi'96 nyeletuk gini ke aku: 'Gung, masakan kamu blum selesai membaca majalah ini?'. Dari sini, dia cerita bagaimana dia bisa menyelesaikan 1 majalah hanya dalam tempo 3-4 jam saja. Dan akhirnya dia mengsharingkan cara dia membaca cepat. Oh God, Engkau berkarya lewat temanku.

Dan kebetulan hari ini dpt kiriman link yg membahas tentang blog di situs ini. Buat yg pingin tahu apa itu blog, bisa baca artikel di situs tadi.

Wah hari ini aku banyak mengalami hal-hal yang sepertinya berkaitan satu dengan yang lain.
-. Mulai dari aku yang ditawari ikut blog dr temanku, trus dpt email yg berisi link pembahasan tentang blog.
-. Pergulatanku ttg bgm cara membaca cepat yg terjawab secara kebetulan lewat temanku.
Semuanya emang serba kebetulan [menurut "Celestine Prophecy" ini masuk ranah wawasan ke berapa ya?]

Selamat membaca & ikuti tulisanku selanjutnya.